Sabtu, 05 Desember 2020

Corona Menggerogoti Ekonomi Dunia

Pandemi virus Corona atau Covid-19 telah membuat ekonomi banyak negara terkapar, termasuk Indonesia. Efek penyebaran pandemi Covid-19 tidak hanya pada bidang kesehatan tapi menggerogoti ekonomi RI, yang notabene adalah terbesar di Asia Tenggara. Bagaimana tidak, aktivitas sosial dan ekonomi hampir lumpuh dan membuat roda perekonomian terhenti. 

Indonesia memang memiliki tingkat infeksi virus Covid-19 yang tertinggi di wilayah Asean dan nomor dua di wilayah Asia, setelah India. Karenanya diadakannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) guna menekan penyebaran virus Corona. Akan tetapi pembatasan ini berdampak justru berdampak pada perlambatan perekonomian yang ada. Imbasnya dunia usaha dan ekonomi terpukul hingga mengalami penurunan secara drastis dari berbagai sektor. Kurva permintaan dan penjualan serta produksi pun ikut menurun, sehingga banyak perusahaan melakukan strategi baru bahkan terpaksa gulung tikar. Salah satu yang banyak dilakukan adalah pengurangan beban tenaga kerja, mulai dari pengurangan jam kerja sampai PHK secara massal. Selain itu, sektor pariwisata juga mengalami penurunan yang tajam akibat kebijakan pembatasan di Indonesia maupun dunia. 

Secara garis besar perekonomian yang mengalami kelumpuhan adalah ekonomi jalur hiburan. Banyaknya kerumunan orang yang berada diarea hiburan tentunya menjadi alasan utama ditutupnya sarana hiburan di Indonesia bahkan dunia. Stasiun televisi yang biasanya membuat hiburan sebagai bahan pokok penawaran menjadi terhambat akibat pembatasan sosial yang sedang berlaku. Begitu pula dengan konser-konser musik dan pameran budaya lainnya. 

Oleh karena itu, banyak pelakon hiburan yang banting setir dari pekerjaannya sehari-hari karena faktor pengangguran yang dialaminya. Hal ini bertujuan agar dapat menyambung taraf hidup yang diembannya. Adanya pandemi ini mengharuskan para pelaku ekonomi inisiatif. Banyak perusahaan atau pedagang kecil-kecilan yang menawarkan akses produk melalui internet untuk mengurangi aktivitas lapisan masyarakat di luar ruangan. Penggunaan media online ini menjadi salah satu alternatif yang kerap di gunakan sebagai sarana bisnis yang menguntungkan.

Senin, 02 November 2020

Perkembangan Ajaran Islam di Afrika

Keadaan Geografis di Afrika

        Benua Afrika merupakan benua terluas kedua di dunia setelah Benua Asia. Luas wilayah Benua Afrika adalah 30.370.000 km persegi atau dengan presentase 20,3 % dari seluruh bumi. Dengan geografis pegunungan serta hutan, gurun pasir, dan dataran tinggi. Benua Afrika secara geografis terletak diantara dua samudera yaitu Samudera Atlantik dan Samudera Hindia.

Permasalah utama di Afrika salah satunya adalah urbanisasi, yang mana orang-orang pedalaman berbondong-bondong menuju kota. Bangsa Afrika terbagi menjadi dua bagian yaitu, Afrika Bar-bar yang terletak di Afrika Utara dan Afrika Negro yang terletak di Afrika Selatan. Rumpun bangsa Negro terbagi menjadi 3 kelompok yaitu:

1.    Negro Asli bertempat di Barat pantai Afrika. Berkulit hutam, bibir tebal, hidung pesek, dan rambut keriting. Bangsa ini sering di jadikan budak.

2.    Negro Hamite keturunan Emigran dari Kaukasus, bangsa ini disebut juga dengan Nilates. Bertempat di lembah sungai Nil dan Selatan Khaortum.

3.  Negro Bantu mendiami wilayah terbesar di Afrika. Kebanyakan bangsa ini berasal dari pedalaman pantai sebagai penangkap ikan.

 

Islam di Afrika Utara

Kedatangan Islam diAfrika Utara terjadi tahun Islam 640M, pada masa kekhalifahan Umar bin Khathab. Pada saat itu kekuasaannya sudah memasuki wilayah Mesir. Pada masa Khalifah Utsman bin Affan penakhlukan Islam telah meluas ke wilayah Barqah dan Tripoli. Penakhlukan ini dimaksudkan untuk menjaga wilayah Mesir. Akan tetapi penakhlukan ini tidak terjadi lama karena gubernur-gubernur Romawi telah kembali menduduki wilayah yang di tinggalkan.

Islam mulai disebarkan pada masa Muawwiyah bin Abu Sufyan khalifah pertama Bani Umayyah. Hal yang pertama dilakukan yaitu memberikan balasan terakhir kepada kekuasaan Romawi di Afrika Utara yang menduduki wilayah yang telah di usahakan oleh Utsman bin Affan. Pada masa ini pula terjadi beberapa kali pemberontakan Berber di wilayah Afrika Utara yang berhasil di padamkan oleh para panglima Muawiyyah bin Hudaij, Uqbah bin Nafi, Abu Muhajir bin DinarZuhair bin QaisHasan bin Nu'manMusa bin Nusair, dan Thariq bin Ziyad.

Dari Afrika Utara persebaran Islam kemudian kembali tersebar jauh ke berbagai daerah di sekitarnya. Persebaran Islam tersebut merambah ke daerah Eropa dan Spanyol. Islam di Afrika Utara Mayoritas adalah Muslim yang dipengaruhi oleh Sufisme. Sufisme adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhahir dan batin serta untuk memperoleh kebahagian yang abadi. Sufisme merupakan sebuah konsep dalam Islam, yang didefinisikan oleh para ahli sebagai bagian batin, dimensi mistis Islam. Bahasa yang digunakan mayoritas orang Afrika Utara adalah bahasa Barbar dan bahasa Arab. Warga perkotaan menggunakan bahasa Arab sedangkan warga pedalaman lebih menggunakan bahasa Barbar.

 

Gerakan Islam dan Pembentukan Negara-Negara

Penakhlukan Afrika Utara oleh khalifah Islam, berlangsung hingga munculnya gerakan-gerakan separatis yang ingin memerdekandiri. Karena merasa kekhalifahan tidak menyentuh wilayah-wilayah afrika, terutama di zaman Utsmaniyyah. Negara-negara dan gerakan Islam yang terbentuk di Afrika Utara antara lain Nigeria (1754-1817 M) dipimpin oleh Usman Fodio, gerakan Grand Sanusi (1787-1859 M) di Libya, gerakan Al Mahdi di Sudan (1845-1848 M). Gerakan yang sedang berkembang di Afrika dicirikan sebagai Sufistik yang berorientasi pada Politik, militan, dan reformis. Sanusiyyah di Libya berhasil menyatukan suku-suku atas nama Islam dan menyebarkan Islam Sufistik hingga ke Eropa. Perubahan moral dan perpecahan kesukuan kedalam Islam Sufistik juga terjadi. Conthnya yaitu dipimpin oleh Ahmad Idris (wafat 1837) dan dilanjutkan oleh putranya Ali bin Assanusi (1787-1859) dengan tharekat Sanusiyyah.

 

Dakwah Sufistik di Afrika Utara

Ajaran Islam mulai berkembang pada masa Bani Umayyah. Gerakan dakwah di Afrika Utara sangat kental dengan gerakan Sufi yang mengedepankan ilmu batin seperti di Tunisia dngan Tharekat Qodariyyah, Rahmaniyyah, Isawa, dan Tijaniyyah. Selain itu di Maroko gerakan Islam awalnya berada dalam kebimbangan antara cara Kaum Borjuis kaya yang melek huruf dan purutan skripturalis. Tetapi ada pula yang praktek keberagamaannya ritualistis-antropolatrous. Selanjutnya adalah dakwah yang berada di Libya. Metode ini dilakukan pada masa Utsmaniyyah tanpa diiringi pembentukan rezim yang memusat. Tetapi gerakan Sanusiyyah berusaha mengembangkan Islam dengan gerakan asing dengan mengembangkan gerakan Sunni Islam Ortodoks.

 

Dinasti-Dinasti di Afrika

Dinasri-disnati yang berkembang di Afika antara lain adalah :

1.  Dinasti Idrisiyyah (788-974 M) adalah dinasti Islam pertama yang berdiri di Maghrib al-Aqsha (Maroko).didirikan oleh Idris bin Abdullah cucu Hasan bin Ali. terdapat dua faktor pendukung eksistensi Dinasti Idrisiyah. Pertama, pemerintahannya memperoleh dukungan penuh dari kabilah-kabilah Barbar yang terkenal kuat. Kedua, pusat pemerintahannya yang jauh dari kota Baghdad, sehingga khalifah Abbasiyah ragu-ragu untuk menyerang langsung Dinasti Idrisiyah.

2. Dinasti Alghlabiyyah (800-909 M). didirikan pada tahun 184H/800M di Ifriqiyah. Didirikan oleh Ibrahim bin al-Aghlab. Nama Dinasti Aghlabiyah ini diambil dari nama ayah Ibrahim yang bernama l-Aghlab. Ia adalah seorang pejabat Khurasan dalam militer Abbasiyah.

3.  Dinasti Thuluniyyah (828-905 M) adalah dinasri kecil yang berada di Mesir. Didirikan oleh Ahmad bin Thulun seorang budak dari Asia Tengah yang dikirim oleh Panglima Thahir bin Al-Husain ke Baghdad.

4.   Dinasti Fatimiyyah (909-1171 M) adalah dinasti berideologi Syiah. Didirikan oleh Sa’id bin Husain di Tunisia. Dinamakan Fatimiyyah karena dinasti ini dinisbatkan kepada Fatimah, putri Nabi Muhammad SAW. alasan lain sebab para pendirinya mengaku keturunan atau satu garis nasab dengan putri Nabi Muhammad SAW.

5.    Dinasti Al-Muwahhidun (1121-1269 M) didirikan oleh Muhammad ibn Tumart. Beliau berasal dari salah satu suku Barbar dari kabilah Masmudah yang hidup di pedalaman Afrika Utara. Dinasti ini  golongan yang memegang paham tauhid yang didasarkan atas prinsip dakwah Ibnu Tumart.

 


Senin, 28 September 2020

Perguruan Tinggi Non Seni Berekspresi Melalui Seni

Seni adalah sebuah karya cipta dari segala hal yang mengandung unsur keindahan, sehingga mampu membuat orang yang melihat atau mendengarnya menjadi senang atau bahagia. Biasanya sebuah seni dapat membuat hati dan pikiran tenang ketika sedang badmood. Terutama pada seorang seniman, seni baginya seperti kehidupan kedua setelah kehidupan nyata. Hidup akan terasa abu-abu tanpa adanya sebuah seni dalam kehidupan. Seni membuat hidup menjadi lebih berwarna.

Manusia dalam kesehariannya tidak luput dengan keberadaan seni. Setiap langkahnya mereka akan selalu menjumpai seni di berbagai tempat. Baik itu seni visual, audio, maupun audio visual. Seni melatih seseorang dalam menjalani hidup kreatif. Hidup monoton tanpa kehadiran seni akan berdampak pada kesehatan psikis seseorang. Dengan kata lain, seni adalah obat dari jiwa dan pikiran ketika sedang jenuh ataupun lelah.

Belajar seni bukan hanya pada media pertemuan formal (sekolah, seminar, kursus) tetapi belajar seni dapat melalui diri sendiri (kesadaran jiwa, otodidak). Seorang yang memang sudah terahir dengan bakat seni, ia akan mempunyai peluang lebih untuk bisa berekspresi dengan seni. Dalam berekspresi melalui seni tidak diharuskan seseorang harus menempuh pendidikan seni. Karena seni sejatinya dapat dipelajari oleh setiap orang dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan lansia.

Lalu bagaimana mahasiswa bisa belajar seni kalo kampusnya non seni? Bukankah banyak hal yang harus diperhatikan dalam berseni? Akankah penting bagi meraka mempelajari dan sedikit saja mengetahui peran seni dalam prodinya?

Perlu ditekankan lagi bahwa setiap kehidupan tidak luput dengan yang namanya seni. Dalam berbicara seorang akan lebih berwibawa jika menggunakan seni (seni dalam berkomunikasi). Dalam membaca al-Qur’an suara akan lebih nyaman didengar jika meggunakan seni (seni qiroatul Qur’an). Dalam memotret gambar akan terlihat memiliki makna jika fotografer memiliki seninya (seni fotografi) serta dalam menulis tulisan akan lebih mudah dipahami jika penulis mengetahui teknik dan seninya (seni menulis). Semua itu adalah gambaran seni dalam kehidupan sehari-hari yang bahkan bisa diterapkannya supaya sebuah makna tersampaikan dengan mudah. Pada intinya secara garis besar seni itu mempermudah urusan, bukan mempersuit urusan.

Mahasiswa non seni dapat menerapkan seni dalam prodinya agar prodi yang ditekuni lebih menarik. Selain itu, para mahasiswa dapat berekspresi sesuai dengan kemampuannya bahkan bisa lebih dari mahasiswa seni. Mahasiswa non seni tidak menutup kemungkinan bahwa mereka buta seni. Tidak sama sekali! Mereka bisa berekspresi di luar kegiatan kampus. Menyalurkan bakat dan minat berseni melalui media apapun. Bahkan tidak sedikit mahasiswa yang menggunakan seni dan mengembangkannya sebagai ajang untuk berbisnis.