Senin, 02 November 2020

Perkembangan Ajaran Islam di Afrika

Keadaan Geografis di Afrika

        Benua Afrika merupakan benua terluas kedua di dunia setelah Benua Asia. Luas wilayah Benua Afrika adalah 30.370.000 km persegi atau dengan presentase 20,3 % dari seluruh bumi. Dengan geografis pegunungan serta hutan, gurun pasir, dan dataran tinggi. Benua Afrika secara geografis terletak diantara dua samudera yaitu Samudera Atlantik dan Samudera Hindia.

Permasalah utama di Afrika salah satunya adalah urbanisasi, yang mana orang-orang pedalaman berbondong-bondong menuju kota. Bangsa Afrika terbagi menjadi dua bagian yaitu, Afrika Bar-bar yang terletak di Afrika Utara dan Afrika Negro yang terletak di Afrika Selatan. Rumpun bangsa Negro terbagi menjadi 3 kelompok yaitu:

1.    Negro Asli bertempat di Barat pantai Afrika. Berkulit hutam, bibir tebal, hidung pesek, dan rambut keriting. Bangsa ini sering di jadikan budak.

2.    Negro Hamite keturunan Emigran dari Kaukasus, bangsa ini disebut juga dengan Nilates. Bertempat di lembah sungai Nil dan Selatan Khaortum.

3.  Negro Bantu mendiami wilayah terbesar di Afrika. Kebanyakan bangsa ini berasal dari pedalaman pantai sebagai penangkap ikan.

 

Islam di Afrika Utara

Kedatangan Islam diAfrika Utara terjadi tahun Islam 640M, pada masa kekhalifahan Umar bin Khathab. Pada saat itu kekuasaannya sudah memasuki wilayah Mesir. Pada masa Khalifah Utsman bin Affan penakhlukan Islam telah meluas ke wilayah Barqah dan Tripoli. Penakhlukan ini dimaksudkan untuk menjaga wilayah Mesir. Akan tetapi penakhlukan ini tidak terjadi lama karena gubernur-gubernur Romawi telah kembali menduduki wilayah yang di tinggalkan.

Islam mulai disebarkan pada masa Muawwiyah bin Abu Sufyan khalifah pertama Bani Umayyah. Hal yang pertama dilakukan yaitu memberikan balasan terakhir kepada kekuasaan Romawi di Afrika Utara yang menduduki wilayah yang telah di usahakan oleh Utsman bin Affan. Pada masa ini pula terjadi beberapa kali pemberontakan Berber di wilayah Afrika Utara yang berhasil di padamkan oleh para panglima Muawiyyah bin Hudaij, Uqbah bin Nafi, Abu Muhajir bin DinarZuhair bin QaisHasan bin Nu'manMusa bin Nusair, dan Thariq bin Ziyad.

Dari Afrika Utara persebaran Islam kemudian kembali tersebar jauh ke berbagai daerah di sekitarnya. Persebaran Islam tersebut merambah ke daerah Eropa dan Spanyol. Islam di Afrika Utara Mayoritas adalah Muslim yang dipengaruhi oleh Sufisme. Sufisme adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhahir dan batin serta untuk memperoleh kebahagian yang abadi. Sufisme merupakan sebuah konsep dalam Islam, yang didefinisikan oleh para ahli sebagai bagian batin, dimensi mistis Islam. Bahasa yang digunakan mayoritas orang Afrika Utara adalah bahasa Barbar dan bahasa Arab. Warga perkotaan menggunakan bahasa Arab sedangkan warga pedalaman lebih menggunakan bahasa Barbar.

 

Gerakan Islam dan Pembentukan Negara-Negara

Penakhlukan Afrika Utara oleh khalifah Islam, berlangsung hingga munculnya gerakan-gerakan separatis yang ingin memerdekandiri. Karena merasa kekhalifahan tidak menyentuh wilayah-wilayah afrika, terutama di zaman Utsmaniyyah. Negara-negara dan gerakan Islam yang terbentuk di Afrika Utara antara lain Nigeria (1754-1817 M) dipimpin oleh Usman Fodio, gerakan Grand Sanusi (1787-1859 M) di Libya, gerakan Al Mahdi di Sudan (1845-1848 M). Gerakan yang sedang berkembang di Afrika dicirikan sebagai Sufistik yang berorientasi pada Politik, militan, dan reformis. Sanusiyyah di Libya berhasil menyatukan suku-suku atas nama Islam dan menyebarkan Islam Sufistik hingga ke Eropa. Perubahan moral dan perpecahan kesukuan kedalam Islam Sufistik juga terjadi. Conthnya yaitu dipimpin oleh Ahmad Idris (wafat 1837) dan dilanjutkan oleh putranya Ali bin Assanusi (1787-1859) dengan tharekat Sanusiyyah.

 

Dakwah Sufistik di Afrika Utara

Ajaran Islam mulai berkembang pada masa Bani Umayyah. Gerakan dakwah di Afrika Utara sangat kental dengan gerakan Sufi yang mengedepankan ilmu batin seperti di Tunisia dngan Tharekat Qodariyyah, Rahmaniyyah, Isawa, dan Tijaniyyah. Selain itu di Maroko gerakan Islam awalnya berada dalam kebimbangan antara cara Kaum Borjuis kaya yang melek huruf dan purutan skripturalis. Tetapi ada pula yang praktek keberagamaannya ritualistis-antropolatrous. Selanjutnya adalah dakwah yang berada di Libya. Metode ini dilakukan pada masa Utsmaniyyah tanpa diiringi pembentukan rezim yang memusat. Tetapi gerakan Sanusiyyah berusaha mengembangkan Islam dengan gerakan asing dengan mengembangkan gerakan Sunni Islam Ortodoks.

 

Dinasti-Dinasti di Afrika

Dinasri-disnati yang berkembang di Afika antara lain adalah :

1.  Dinasti Idrisiyyah (788-974 M) adalah dinasti Islam pertama yang berdiri di Maghrib al-Aqsha (Maroko).didirikan oleh Idris bin Abdullah cucu Hasan bin Ali. terdapat dua faktor pendukung eksistensi Dinasti Idrisiyah. Pertama, pemerintahannya memperoleh dukungan penuh dari kabilah-kabilah Barbar yang terkenal kuat. Kedua, pusat pemerintahannya yang jauh dari kota Baghdad, sehingga khalifah Abbasiyah ragu-ragu untuk menyerang langsung Dinasti Idrisiyah.

2. Dinasti Alghlabiyyah (800-909 M). didirikan pada tahun 184H/800M di Ifriqiyah. Didirikan oleh Ibrahim bin al-Aghlab. Nama Dinasti Aghlabiyah ini diambil dari nama ayah Ibrahim yang bernama l-Aghlab. Ia adalah seorang pejabat Khurasan dalam militer Abbasiyah.

3.  Dinasti Thuluniyyah (828-905 M) adalah dinasri kecil yang berada di Mesir. Didirikan oleh Ahmad bin Thulun seorang budak dari Asia Tengah yang dikirim oleh Panglima Thahir bin Al-Husain ke Baghdad.

4.   Dinasti Fatimiyyah (909-1171 M) adalah dinasti berideologi Syiah. Didirikan oleh Sa’id bin Husain di Tunisia. Dinamakan Fatimiyyah karena dinasti ini dinisbatkan kepada Fatimah, putri Nabi Muhammad SAW. alasan lain sebab para pendirinya mengaku keturunan atau satu garis nasab dengan putri Nabi Muhammad SAW.

5.    Dinasti Al-Muwahhidun (1121-1269 M) didirikan oleh Muhammad ibn Tumart. Beliau berasal dari salah satu suku Barbar dari kabilah Masmudah yang hidup di pedalaman Afrika Utara. Dinasti ini  golongan yang memegang paham tauhid yang didasarkan atas prinsip dakwah Ibnu Tumart.