Keadaan Geografis di Afrika
Benua Afrika merupakan benua terluas kedua di dunia setelah Benua Asia. Luas wilayah Benua Afrika adalah 30.370.000 km persegi atau dengan presentase 20,3 % dari seluruh bumi. Dengan geografis pegunungan serta hutan, gurun pasir, dan dataran tinggi. Benua Afrika secara geografis terletak diantara dua samudera yaitu Samudera Atlantik dan Samudera Hindia.
Permasalah utama di Afrika salah satunya adalah urbanisasi,
yang mana orang-orang pedalaman berbondong-bondong menuju kota. Bangsa Afrika
terbagi menjadi dua bagian yaitu, Afrika Bar-bar yang terletak di Afrika Utara dan
Afrika Negro yang terletak di Afrika Selatan. Rumpun bangsa Negro terbagi
menjadi 3 kelompok yaitu:
1. Negro Asli bertempat
di Barat pantai Afrika. Berkulit hutam, bibir tebal, hidung pesek, dan rambut
keriting. Bangsa ini sering di jadikan budak.
2. Negro Hamite keturunan
Emigran dari Kaukasus, bangsa ini disebut juga dengan Nilates. Bertempat di
lembah sungai Nil dan Selatan Khaortum.
3. Negro Bantu
mendiami wilayah terbesar di Afrika. Kebanyakan bangsa ini berasal dari
pedalaman pantai sebagai penangkap ikan.
Islam di Afrika Utara
Kedatangan Islam diAfrika Utara terjadi tahun Islam
640M, pada masa kekhalifahan Umar bin Khathab. Pada saat itu kekuasaannya sudah
memasuki wilayah Mesir. Pada masa Khalifah Utsman bin Affan penakhlukan Islam
telah meluas ke wilayah Barqah dan Tripoli. Penakhlukan ini dimaksudkan untuk
menjaga wilayah Mesir. Akan tetapi penakhlukan ini tidak terjadi lama karena
gubernur-gubernur Romawi telah kembali menduduki wilayah yang di tinggalkan.
Islam mulai disebarkan pada masa Muawwiyah bin Abu Sufyan
khalifah pertama Bani Umayyah. Hal yang pertama dilakukan yaitu memberikan
balasan terakhir kepada kekuasaan Romawi di Afrika Utara yang menduduki wilayah
yang telah di usahakan oleh Utsman bin Affan. Pada masa ini pula terjadi beberapa
kali pemberontakan Berber di wilayah Afrika Utara yang berhasil di padamkan
oleh para panglima Muawiyyah bin Hudaij, Uqbah bin Nafi, Abu Muhajir bin Dinar, Zuhair bin Qais, Hasan bin Nu'man, Musa bin Nusair, dan Thariq bin Ziyad.
Dari Afrika Utara persebaran Islam kemudian kembali
tersebar jauh ke berbagai daerah di sekitarnya. Persebaran Islam tersebut merambah
ke daerah Eropa dan Spanyol. Islam di Afrika Utara Mayoritas adalah Muslim yang
dipengaruhi oleh Sufisme. Sufisme adalah
ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq,
membangun dhahir dan batin serta untuk memperoleh kebahagian yang abadi. Sufisme merupakan sebuah konsep dalam Islam, yang
didefinisikan oleh para ahli sebagai bagian batin, dimensi mistis Islam. Bahasa yang digunakan mayoritas
orang Afrika Utara adalah bahasa Barbar dan bahasa Arab. Warga perkotaan menggunakan bahasa Arab sedangkan
warga pedalaman lebih menggunakan bahasa Barbar.
Gerakan Islam dan Pembentukan Negara-Negara
Penakhlukan Afrika Utara oleh khalifah Islam,
berlangsung hingga munculnya gerakan-gerakan separatis yang ingin memerdekandiri.
Karena merasa kekhalifahan tidak menyentuh wilayah-wilayah afrika, terutama di
zaman Utsmaniyyah. Negara-negara dan gerakan Islam yang terbentuk di Afrika
Utara antara lain Nigeria (1754-1817 M) dipimpin oleh Usman Fodio, gerakan
Grand Sanusi (1787-1859 M) di Libya, gerakan Al Mahdi di Sudan (1845-1848 M). Gerakan
yang sedang berkembang di Afrika dicirikan sebagai Sufistik yang berorientasi
pada Politik, militan, dan reformis. Sanusiyyah di Libya berhasil menyatukan
suku-suku atas nama Islam dan menyebarkan Islam Sufistik hingga ke Eropa. Perubahan
moral dan perpecahan kesukuan kedalam Islam Sufistik juga terjadi. Conthnya yaitu
dipimpin oleh Ahmad Idris (wafat 1837) dan dilanjutkan oleh putranya Ali bin
Assanusi (1787-1859) dengan tharekat Sanusiyyah.
Dakwah Sufistik di Afrika Utara
Ajaran Islam mulai berkembang pada masa Bani Umayyah. Gerakan
dakwah di Afrika Utara sangat kental dengan gerakan Sufi yang mengedepankan
ilmu batin seperti di Tunisia dngan Tharekat Qodariyyah, Rahmaniyyah, Isawa,
dan Tijaniyyah. Selain itu di Maroko gerakan Islam awalnya berada dalam
kebimbangan antara cara Kaum Borjuis kaya yang melek huruf dan purutan
skripturalis. Tetapi ada pula yang praktek keberagamaannya ritualistis-antropolatrous.
Selanjutnya adalah dakwah yang berada di Libya. Metode ini dilakukan pada masa
Utsmaniyyah tanpa diiringi pembentukan rezim yang memusat. Tetapi gerakan
Sanusiyyah berusaha mengembangkan Islam dengan gerakan asing dengan mengembangkan
gerakan Sunni Islam Ortodoks.
Dinasti-Dinasti di Afrika
Dinasri-disnati yang berkembang di Afika antara lain
adalah :
1. Dinasti Idrisiyyah
(788-974 M) adalah dinasti Islam pertama
yang berdiri di Maghrib al-Aqsha (Maroko).didirikan oleh Idris bin Abdullah cucu Hasan bin Ali. terdapat dua faktor pendukung eksistensi Dinasti Idrisiyah.
Pertama, pemerintahannya memperoleh dukungan penuh dari kabilah-kabilah Barbar
yang terkenal kuat. Kedua, pusat pemerintahannya yang jauh dari kota Baghdad,
sehingga khalifah Abbasiyah ragu-ragu untuk menyerang langsung Dinasti
Idrisiyah.
2. Dinasti
Alghlabiyyah (800-909 M). didirikan pada tahun 184H/800M di Ifriqiyah. Didirikan
oleh Ibrahim bin al-Aghlab. Nama
Dinasti Aghlabiyah ini diambil dari nama ayah Ibrahim yang bernama l-Aghlab. Ia
adalah seorang pejabat Khurasan dalam militer Abbasiyah.
3. Dinasti
Thuluniyyah (828-905 M) adalah dinasri kecil yang berada di Mesir. Didirikan oleh
Ahmad bin Thulun seorang budak dari Asia Tengah yang dikirim oleh Panglima
Thahir bin Al-Husain ke Baghdad.
4. Dinasti
Fatimiyyah (909-1171 M) adalah dinasti berideologi Syiah. Didirikan oleh Sa’id
bin Husain di Tunisia. Dinamakan Fatimiyyah karena dinasti ini dinisbatkan
kepada Fatimah, putri Nabi Muhammad SAW. alasan lain sebab para pendirinya mengaku
keturunan atau satu garis nasab dengan putri Nabi Muhammad SAW.
5. Dinasti
Al-Muwahhidun (1121-1269 M) didirikan oleh Muhammad ibn Tumart. Beliau berasal
dari salah satu suku Barbar dari kabilah Masmudah yang hidup di pedalaman
Afrika Utara. Dinasti ini golongan yang memegang
paham tauhid yang didasarkan atas prinsip dakwah Ibnu Tumart.