Senin, 28 September 2020

Perguruan Tinggi Non Seni Berekspresi Melalui Seni

Seni adalah sebuah karya cipta dari segala hal yang mengandung unsur keindahan, sehingga mampu membuat orang yang melihat atau mendengarnya menjadi senang atau bahagia. Biasanya sebuah seni dapat membuat hati dan pikiran tenang ketika sedang badmood. Terutama pada seorang seniman, seni baginya seperti kehidupan kedua setelah kehidupan nyata. Hidup akan terasa abu-abu tanpa adanya sebuah seni dalam kehidupan. Seni membuat hidup menjadi lebih berwarna.

Manusia dalam kesehariannya tidak luput dengan keberadaan seni. Setiap langkahnya mereka akan selalu menjumpai seni di berbagai tempat. Baik itu seni visual, audio, maupun audio visual. Seni melatih seseorang dalam menjalani hidup kreatif. Hidup monoton tanpa kehadiran seni akan berdampak pada kesehatan psikis seseorang. Dengan kata lain, seni adalah obat dari jiwa dan pikiran ketika sedang jenuh ataupun lelah.

Belajar seni bukan hanya pada media pertemuan formal (sekolah, seminar, kursus) tetapi belajar seni dapat melalui diri sendiri (kesadaran jiwa, otodidak). Seorang yang memang sudah terahir dengan bakat seni, ia akan mempunyai peluang lebih untuk bisa berekspresi dengan seni. Dalam berekspresi melalui seni tidak diharuskan seseorang harus menempuh pendidikan seni. Karena seni sejatinya dapat dipelajari oleh setiap orang dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan lansia.

Lalu bagaimana mahasiswa bisa belajar seni kalo kampusnya non seni? Bukankah banyak hal yang harus diperhatikan dalam berseni? Akankah penting bagi meraka mempelajari dan sedikit saja mengetahui peran seni dalam prodinya?

Perlu ditekankan lagi bahwa setiap kehidupan tidak luput dengan yang namanya seni. Dalam berbicara seorang akan lebih berwibawa jika menggunakan seni (seni dalam berkomunikasi). Dalam membaca al-Qur’an suara akan lebih nyaman didengar jika meggunakan seni (seni qiroatul Qur’an). Dalam memotret gambar akan terlihat memiliki makna jika fotografer memiliki seninya (seni fotografi) serta dalam menulis tulisan akan lebih mudah dipahami jika penulis mengetahui teknik dan seninya (seni menulis). Semua itu adalah gambaran seni dalam kehidupan sehari-hari yang bahkan bisa diterapkannya supaya sebuah makna tersampaikan dengan mudah. Pada intinya secara garis besar seni itu mempermudah urusan, bukan mempersuit urusan.

Mahasiswa non seni dapat menerapkan seni dalam prodinya agar prodi yang ditekuni lebih menarik. Selain itu, para mahasiswa dapat berekspresi sesuai dengan kemampuannya bahkan bisa lebih dari mahasiswa seni. Mahasiswa non seni tidak menutup kemungkinan bahwa mereka buta seni. Tidak sama sekali! Mereka bisa berekspresi di luar kegiatan kampus. Menyalurkan bakat dan minat berseni melalui media apapun. Bahkan tidak sedikit mahasiswa yang menggunakan seni dan mengembangkannya sebagai ajang untuk berbisnis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar