Di era digital saat ini, media tradisional semakin
tergeser keberadaannya. Selain media cetak yang kini sudah di tinggalkan para pembacanya,
media radio kini pun perlahan mulai ditinggalkan pendengarnya. Popularitas
radio semakin memudar setelah digeser televisi dan kini pendengarnya pun
disedot oleh beragam media internet. Keberadaan radio sendiri semakin
tersisihkan oleh media-media penyiaran dan informasi yang lebih unggul. Media digital
(internet) lebih menarik di mata konsumen karena mereka menganggap media internet
lebih praktis dan lengkap daripada media tradisional yang terkesan rumit. Kini masyarakat
lebih banyak beralih kepada media streaming misalnya spotify, joox, netflix,
youtube, dll. Selain mudah di jangkau, media streaming juga menghadirkan musik
dan hiburan serta berita terkini yang lebih lengkap dari radio. Di
tengah meningkatnya pertumbuhan konsumsi Internet, bagaimana masa depan
jurnalisme radio yang juga termasuk media tradisional seperti media cetak bertahan?
Pesatnya
pertumbuhan internet saat ini
menjadi tantangan bagi pengelola studio radio siaran untuk lebih kreatif dan
inovatif dalam menyajikan konten. Jika
hal tersebut diabaikan, eksistensi radio akan tersisihkan
oleh daya tarik media internet yang mampu menyajikan semua kebutuhan konsumen. Supaya radio siaran tetap eksis, menata ulang strategi
bisnis wajib dilakukan karena persaingan
mendapatkan iklan semakin berat. Oleh
karena itu, menyajikan
layanan streaming pada radio menjadi opsi terbaik sehingga pendengar bisa mengakses informasi dan hiburan kapan pun dan di mana pun mereka berada melalui
internet. Selain itu, hal-hal yang praktis akan menjadi suatu
yang dibutuhkan dan banyak dicari di zaman modern seperti saat ini. Dilihat dari
sisi ekonomi, radio sebenarnya sangat menjanjikan sebagai lahan industry
penyiaran. Tantangan radio saat ini, secara regulasi seharusnya bisa dibawa lebih terbuka untuk mengikuti perkembangan yang
ada. Jika perubahan ini tidak dilakukan maka radio akan berhenti pada tempatnya dan tidak mengalami kemajuan.
Selain penerapan media streaming terhadap
radio di smart phone, pengelolaan studio dan program radio juga sangat penting
untuk menarik para pendengar. Hal yang perlu diperhatikan antara lain format stasiun
radio siaran. Format siaran radio menjadi tolok ukur
keberhasilan dalam pengelolan radio siaran di manapun. Format stasiun
didefinisikan sebagai formulasi seluruh aktivitas siaran dalam kerangka pelayanan pendengar. Selanjutnya yaitu perencanaan radio siaran. Perencanaan
merupakan bagian yang harus dilakukan dari manajemen radio. Dalam pengelolaan
radio siaran perencanaan dimaksudkan untuk mengatur
konsep-konsep acara atau program yang akan disuguhkan untuk pendengar bukan
untuk perencana atau penyiar. Jadwal dan acara dalam radio juga harus diperhatikan. Dan
yang terakhir yaitu memperluas pengelolaan radio siaran
dengan berbasis Komputer. Teknologi
radio siaran saat ini ada dua bentuk yang bisa berjalan seiringan yaitu
penyiaran radio lewat internet (online
radio) dan penyiaran melalui satelit.
Pasang surutnya kondisi radio tak lantas membuat radio kehilangan popularitasnya. Kenyataanya, radio masih didengarkan banyak orang hingga sekarang terutama dari kalangan orang tua. Radio yang memiliki kapasitas yang lebih ringan dalam menyerap daya listrik dan mudah dijangkau menjadi pilihan bagi warga desa terpencil sehingga menjadikan radio sebagai sumber utama untuk mengakses hiburan dan berita terkini.
Zaman akan senantiasa berubah, seiring dengan teknologi komunikasi dan informatika yang akan selalu bertransformasi demi pemenuhan kebutuhan informasi. Kelak kebiasaan masyarakat untuk hal-hal tertentu juga akan mengakar menjadi sebuah budaya yang populer. Radio sebagai salah satu media penyampai informasi harus tetap membuka diri pada realita dan perubahan sosial yang ada. Tidak selamanya suatu perubahan menjadi tantangan radio dalam mempertahankan eksistensinya, tetapi justru bisa dimanfaatkan sebagai peluang untuk kemajuan teknologi radio sekarang ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar